Welcome!
Science Communication Lab – Indonesia

is an open place for discussion and Indonesian academic reflection on science communication. The aim is to have an open space for intellectual thought and reflection on this multidisciplinary topics for planetary health and emerging diseases.


Kepercayaan terhadap informasi saintifik memperantarai konservatisme dengan respon individu terhadap coronavirus

Author
Rizqy Amelia Zein

Project Duration
1 Month

Wabah coronavirus, yang memberikan dampak negatif bagi jutaan penduduk dunia sejak awal tahun 2020, menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa adaptif individu dalam menghadapi masa-masa sulit. Riset-riset di Amerika Serikat menunjukkan setidaknya ada dua penjelasan mengapa dampak terburuk dari pandemi sulit diatasi. Selain faktor sosiokultural (respon pemerintah yang terlambat, kesalahan strategi pengelolaan bencana oleh pemerintah, dsb.), perilaku dan pandangan individu dalam merespon pandemi juga menyebabkan masalah serius.

Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa respon individu yang mal-adaptif salah satunya disebabkan oleh ideologi politik. Beberapa riset menunjukkan bahwa individu yang cenderung konservatif memiliki kekhawatiran yang kurang intens pada risiko terdampak coronavirus. Namun di sisi lain, temuan ini cenderung counterintuitive karena pada umumnya, orang-orang konservatif biasanya cenderung sensitif dengan ancaman fisik, seperti penyakit menular, dibandingkan dengan orang-orang liberal. Berdasarkan temuan-temuan yang lain, orang-orang konservatif dan liberal memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap berbagai tipe ancaman yang digolongkan sebagai ancaman kolektif, dan oleh karenanya, akan memberikan respon yang berbeda. Oleh karena itu, dalam studi ini, tim peneliti berusaha menginvestigasi apakah asosiasi antara konservatisme dengan respon coronavirus diperantarai oleh kepercayaan terhadap informasi saintifik. Alasannya, kepercayaan pada informasi saintifik inilah yang menjelaskan adanya hubungan antara konservatisme dengan respon terhadap coronavirus.

Selain itu, studi ini berusaha untuk melihat fenomena yang sama di beberapa negara sekaligus, untuk melihat apakah pola yang sama ditemui di luar Amerika Serikat. Studi ini dilakukan di 21 negara, termasuk Indonesia, dengan total jumlah partisipan sebanyak 25.159 orang. Partisipan direkrut secara potong-lintang dengan sebanyak tiga gelombang, yaitu pada bulan Mei, Juni, dan Juli 2020 dengan bantuan perusahaan survei panel CloudResearch. Model yang diuji menggunakan templat Model 6 dari Hayes dengan pendekatan multi kelompok, dimana konservatisme adalah variabel independen, kepercayaan terhadap informasi saintifik dan kekhawatiran mengenai coronavirus sebagai variabel perantara (mediator), sedangkan kepatuhan terhadap anjuran pencegahan coronavirus sebagai variabel dependen.


Kuliah Umum: Peran Komunikasi Sains Bagi Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Author
Ridlo, Ilham

Date
7 Juli 2022

Seri Kuliah Umum dengan tema
“PERAN KOMUNIKASI SAINS DALAM PENGEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT”

Narasumber:

Ilham Akhsanu Ridlo, S.KM., M.Kes
Dosen Kesehatan Masyarakat UNAR
Ph.D Student at Ludwig Maximilian Universität (LMU) München

🗓 Kamis, 7 Juli 2022
⏰ 10.00 – 12.00 WIB


Diskusi: Urgensi Komunikasi Sains

Author
Ridlo, Ilham

Date
20 Juli 2022

Diskusi:
“URGENSI KOMUNIKASI SAINS”

Narasumber:

Ilham Akhsanu Ridlo, S.KM., M.Kes
Dosen Kesehatan Masyarakat UNAR
Ph.D Student at Ludwig Maximilian Universität (LMU) München

🗓 Rabu, 20 Juli 2022
⏰ 18.00 – 20.00 CET